Beberapa Fakta Tentang Maybelline Animal Testing


Sebagai salah satu produsen kosmetik impor ternama, berbagai produk dari Maybelline sudah sangat populer digemari para wanita Indonesia. Namun fakta mengenai Maybelline animal testing masih menimbulkan banyak pertanyaan. Sebab, hal tersebut akan berpengaruh pada status suatu produk apakah tetap halal atau lantas menjadi haram.

Cermat memilih kosmetik.

Sebelumnya, kita bahas dulu apa itu Maybelline animal testing? Sebenarnya bukan hanya Maybelline, tetapi banyak produsen kosmetik di dunia yang menggunakan animal testing. Ini adalah suatu kegiatan di mana binatang-binatang tak bersalah dijadikan sebagai bahan uji coba kelayakan suatu bahan pada kosmetik. Setelah melewati ‘penyiksaan’ itu, banyak hewan yang mengalami iritasi atau penyakit lainnya, hingga mati dalam waktu beberapa minggu kemudian.

Meski sudah diuji pada hewan, namun tidak semua produk akan 100% cocok digunakan oleh manusia. Sebab, terdapat perbedaan antara anatomi tubuh hewan dan manusia. Tentu hal tersebut akan sangat merugikan bagi penggunanya.

Di Uni Eropa sendiri, larangan animal testing sudah diterbitkan sejak lama. Alhasil, kebanyakan produsen kosmetik dari Eropa pun sudah cruelty-free saat ini. Mereka juga melarang impor produk kosmetik yang masih menggunakan animal testing.

Bukti Maybelline Animal Testing di Tiongkok
Dikutip dari situs www.crueltyfreekitty.com, ternyata produk Maybelline tidak bersifat bebas animal testing. Hal itu lantaran mereka mengimpor produk ke Tiongkok, yang mana di sana setiap produk kosmetik asing yang masuk wajib melakukan animal testing. Padahal, terlepas dari produk yang masuk di Tiongkok, tidak ada Maybelline animal testing. Bahkan itu juga dilakukan oleh perusahaan induk mereka, yaitu L’Oreal Group.

Dalam pernyataan resmi pada halaman Maybelline’s FAQ, mereka mengklaim bahwa pada saat ini perusahaan L’Oreal sudah tidak lagi melakukan animal testing untuk berbagai bahan kosmetik yang mereka gunakan. 

Tetapi ada pengecualian apabila otoritas pengawas setempat meminta untuk melakukan hal itu dengan tujuan keselamatan atau peraturan. Jadi bisa disimpulkan, sampai dengan otoritas di Tiongkok mengubah persyaratan animal testing pada setiap produk kosmetik yang masuk ke negara mereka, semua produk kosmetik yang juga dijual di pasar Tiongkok dianggap tidak cruelty-free. Selain itu, terjawab sudah fakta tentang Maybelline animal testing.

Lantas, adakah cara mengetahui apakah suatu produk kosmetik cruelty-free atau tidak? Tentu saja ada. Sebagai pengguna kosmetik, Anda tentu harus menjadi konsumen yang bijak. Dengan mengetahui konsekuensi terhadap binatang yang menjadi bahan uji coba, harusnya mulai sekarang Anda membeli produk kosmetik yang mempunyai logo cruelty free resmi dengan gambar kelinci. Anda juga bisa mencari tahu tentang merk kosmetik apa saja yang menggunakan uji coba pada hewan melalui halaman http://features.peta.org/cruelty-free-company-search/index.aspx.

Dengan begitu, Anda juga turut berperan serta dalam kampanye untuk menghentikan kekerasan pada hewan untuk pengujian kosmetik. Sekian penjelasan tentang Maybelline animal testing. Semoga bermanfaat.

Beberapa Fakta Tentang Maybelline Animal Testing