Jangan Gunakan Kosmetikmu, Sebelum Kenali Syarat Kosmetik Halal Ini!


syantikpediadotcom--Kamu sedang kebingungan mencari kosmetik yang halal namun berkualitas? Jangan takut dan khawatir yah. Sebenarnya, banyak kok merek kosmetik tersertifikasi halal di tanah air. 

Semakin hari, minat Muslimah untuk menggunakan ragam produk kosmetik halal memang tinggi. Tak hanya sekadar sebagai wacana saja, tapi sudah menjadi lifestyle. Gaya hidup kekinian yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. 

Cantik itu halal.

Kalau dulu, kamu mungkin hanya mengenal Wardah saja. Wardah memang terkenal sebagai pioneer kosmetika halal di Indonesia. Nah, kini makin banyak produsen kosmetik yang memasukkan elemen halal sebagai salah satu syarat dalam mengeluarkan produk baru. Tentu saja ini kemajuan yang luar biasa bukan? 

Kenali Syarat Kosmetik Halal

Bagaimanakah kosmetika yang disebut sebagai kosmetik halal itu? Kosmetika yang halal adalah kosmetik yang terbebas dari zat-zat haram ataupun najis. Sehingga bisa kita kategorikan sebagai kosmetik yang thayib. Thayib ini adalah bahasa Arab, maksudnya baik dan utama. Misalnya begini. 

Apel dan gorengan sama-sama makanan yang halal, namun apel lebih thayib daripada gorengan karena kandungan gizi, enzim, dan kesegarannya lebih utama dibanding gorengan yang kaya kolesterol. 

Kira-kira begitulah label halal dan thayib ini, Syantik. 

Nah, kosmetika yang halal adalah kosmetika yang bebas dari kandungan babi, alkoohol (khamr), dan unsur najis lainnya. 

Biasanya, bahan baku ini menempel di dalam produk lipstick. Beberapa lipstik memang menggunakan kandungan enzim serta emulsi dari babi. Sebab hewan ini sangat banyak dan begitu gampang didapatkan. 

Sertifikasi Halal 

Di Indonesia, sertifikasi halal dikeluarkan oleh LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia. Bukan dikeluarkan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Sebab, tugas utama BPOM adalah untuk menjaga produk dari zat berbahaya, sedangkan MUI lebih bertugas menjaga kualiti bahan-bahan produk halal. 

Tidak mudah sebenarnya, untuk mengikuti uji sertifikasi halal dari MUI. Sebab, diperlukan kesabaran dan proses yang cukup panjang. Dari mulai mencermati semua sertifikat halal bahan baku yang digunakan supplier produk hingga mengawasi bagaimana kontrol ketat pada alat-alat yang digunakan untuk produksi. 

Contohnya begini. 

--Misalnya untuk mendapatkan ekstrak mawar, maka diperlukan proses ekstraksi. Untuk itu ada prosesnya. Saat proses itu apakah zat ini tercampur dengan nonhalal ataukah tidak. Bagaimana zat-zat lain yang digunakan untuk mengeluarkan ekstrak mawar ini. Apakah memenuhi syarat halal atau tidak. Demikian seterusnya. 

--Saat ini kita juga sering mendengar kolagen untuk anti penuaan. Kolagen hewan apakah yang dipakai? Apakah dari hewan yang halal? Misalnya kolagen sapi. Lalu, bagaimaan cara penyembelihannya? Apakah sesuai syariat Islam?

--Ada banyak kosmetika yang memberi label waterproof (anti air). Saat kosmetik anti air ini dipakai, tidak masalah jika air wudhu bisa masuk. Tapi, jika tidak maka akan berpengaruh pada sah tidaknya shalat seseorang. 

Wah, begitu penting ya label halal dalam kosmetik. Menurut kamu bagaimana, Syantik? Tetap cantik dan selalu syari ya! []










Jangan Gunakan Kosmetikmu, Sebelum Kenali Syarat Kosmetik Halal Ini!